Kau di kantung mataku, semakin berat untuk tak memimpikanmu. Tapi kau di kantung mataku, penyakit sebab rindu.
Friday, December 18, 2015
Wednesday, December 16, 2015
Pulih
Thursday, December 10, 2015
Belajar Tentang Alam
yang akan datang kukenal sebagai perang. di sabana kau sembunyikan,
berkeliling pula harimau-harimau, mendekat tak kau izinkan.
perutku busung, tak lapar, hanya deru tanyaku tak pernah diberi makan rerumputan hijau.
aku anak ayam yang tertidur dari pandangan elang.
pula suara desis ular yang sering kusangka radio rusak milik pemandu manusia.
dan pada ingar-bingar itulah, aku ketemu lubang persembunyian.
tembus persis di hadapan Tuhan.
"gerbang surga?"
bukan.
mulut buaya.
Medan,
Desember 2015
Monday, December 7, 2015
Nyanyian Kirana
Desember 2015
Friday, December 4, 2015
hari raya
bau bawang, cabai, merica lengket di baju
kukira parfum
minyak jelantah, minyak zaitun, dan ampas kelapa
demo mengacak-acak wajan punya emak
jangan tanya makanan favoritku
belum seminggu sudah berganti kue nastar
Thursday, December 3, 2015
ibu dan anaknya
Tarian Sunyi
------------------------------------------------------------------
puisi bisa didengarkan;
https://soundcloud.com/kelaspuisi/tarian-sunyi-yourpatheticjoke
Khianat
Bila Musim Berganti
Friday, November 27, 2015
Layangan
Tuesday, November 24, 2015
Dasi Untuk Mati
Monday, November 23, 2015
Perkara Cinta-Cintaan
Thursday, November 19, 2015
Monday, November 16, 2015
Yang Pulang Dan Berkalung Salam
Ditinggalkannya kami di belakang selang-selang penyangga kehidupan.
Hari itu, adzan subuh pertama kalinya kalah berisik.
Mereka menjuntai dari bisik kumpulan orang asing,
bergemuruh dibalik tenda-tenda simpatik,
keluar masuk dari paru-paru anak yang sakit.
Dan tak lebih perih dari rindu, bertemu tapi abu, biru, sendu.
Dan riasannya berupa senyum tipis yang berjanji tak dimakan usia,
itu juga bila kau tak lupa katanya.
Sama, ia pun diangkat ke surau,
sebelum perempuan kecil memeluk nisan seolah boneka permainan,
ditekuk kuat, tapi tak ada yang mau merampas.
Kecuali waktu yang lebih dahulu melepas.
di balik selubung Tuhan
Menanti kami pulang.
Sunday, November 8, 2015
Ada masa yang sengaja kita tak beri nama, apalagi prasasti. Agar bila kelak ia terkubur dalam hijau, tak ada patah-patah kesengajaan dalam hati. Sesuatu yang tak kau miliki kekuatan atasnya, dan waktu akan membantu. Jika ia tak pulih, setidaknya tak satupun dari kita menjadikannya dalih.
Sebab itu bila kau temukan rongga ku semakin bersekat, adalah kesengajaan agar kau tak kembali tersesat. Jiwaku, terlanjur pekat.
Thursday, October 29, 2015
Slam Poem / Poem is Living
Saturday, October 24, 2015
Pinokio
Tuesday, October 20, 2015
lain saat kalbu mengait temaram hingga ia tak kunjung tenggelam
bahkan, dihadapmu mekar fajar berwarna enggan.
kau terdiam, waktu membercandai kulagi rupanya.
rusuk-rusukmu kau rapatkan tak menyisakan ruang.
lalu kau persoal pun segala tentang kesepian,
tak sadar di wajahmu berkerut rupa-rupa kesedihan.
sambil berdebar-debar memegang anak tajam.
bayanganmu kau usir, dan kini sadarmu tak bisa disetir.
Wednesday, September 30, 2015
Kenangan [6]
Tak ada harum rapuh meskipun lembab dan risik angin
sesekali menyelinap menyetir gigil. Dan sarang burung
diatas sana telah berkali-kali berganti generasi dengan
bayi-bayi yang mencicitkan lapar, serta bingar.
Diatas gundukan lantai tanah berserakan lembaran ingatan,
itupun ada yang sudah menjadi remah bekas dimakan tikus tanah.
Berserakan pula hiasan gelang, cincin, kalung yang dulu
acapkali menjadi sesembahanmu. Sesaji lipstik dan janji,
inai dan segenggam tanda janji, tapi kini di hak milik debu
dan karat-karat hitam.
Aku mendengar dulu istana yang dibangun karena rajanya
jatuh cinta, dipugarnya beragam warna emas perak dan berlian
segala rupa. Ditanaknya nasi dengan campuran liur anak-anak
miskin. Dinyalakannya dupa, dan aku tahu segala kemewahan
ini atas kesederhanaan yang ditelan duka.
Dan seiring mengganasnya waktu, yang tersisa hanya cerita.
Dan kenangan ditimbun agar manusia membangun sejarahmu
yang baru.
Monday, September 28, 2015
Saturday, September 26, 2015
Dan sambilan, mau memperbaiki tag-tag dan beberapa pages. Jadi blog putikdankoma dan anakhawwa, resmi ditutup. Segala projek-projek ga beresnya dilanjut disini juga. *Iya, projek-projek alay itu*
Da dahh...
Aliran Pikir
kalau memang suka tasawuf, setidaknya kau sudah bisa menyadari banyaknya orang bijak yang lebih suka diam.
bukan diam yang tidak acuh, tapi diamnya air yang mengikuti takdir. derasnya pertanyaan kita sama derasnya dengan aliran sungai. tapi betapapun derasnya aliran air itu, belum tentu mampu menghidupi akar-akar yang hampir mati. semua ada jalannya.
sama ketika kau tahu mampu menjelaskan isi dunia ini pada orang yang belum tahu, tapi kau belum tentu tahu seberapa besar wadah si dungu. semua ada masanya.
bila lain kali bertanya, atau barangkali seseorang bertanya, terlebih kau bertanya pada dirimu sendiri. diam sejenak. biarkan setitik air kesadaranmu menyelami wadah yang kau kira hanya genangan air hujan. setelah kau sadar betapa luasnya jawaban yang mungkin, bicaralah.
kalau aku belajar juga untuk menjawab,
aku tak tahu (pertanyaanmu).
aku tak tahu (jawabanku).
aku tak tahu (inginmu).
aku tak tahu (kesamaan pandangku).
aku tak tahu (manfaat semua ini).
bila kau sudah tahu,
begini ...
Friday, September 25, 2015
Hujan [4]
Friday, September 18, 2015
Things I Don't Do (Anymore)
Sunday, September 13, 2015
Genap
Dulunya kupikir kamu adalah faktor yang menggenapkan hidupku. Tapi bagaimana bila aku sudah genap, dan kamu adalah faktor dari segala keganjilan hidupku? Haruskah kulepas apa yang kupunya untuk memilikimu?
Dulunya kupikir kamu adalah genap dari segala keganjilan hidupku. Tapi, bagaimana bila aku hanya setengah dan memilikimu atau tidak tak pernah menyempurnakan apapun? Sedang yang harus kucari adalah setengah tanpa identitas asli, penyatuan atas diriku sendiri.
Dulunya kupikir kita genap. Ternyata hanya sebagian binari pembentuk hidup.
Dan ternyata memang kita genap. Sebelum aritmatika kegenapan yang lainnya.
Delay
Saturday, September 12, 2015
Apakah yang kita harus catat? Apakah kjta harus yang terpenting, mengabaikan yang kurang penting, dan melupakan sama sekali yang tidak penting?Namun apakah jaminannya bahwa yang tidak penting dan boleh dilupakan saja, memang lebih tidak penting daripada yang kurang penting dan cukup diabaikan saja, dan apapula jaminannya bahwa yang kurang penting dan boleh diabaikan, memang kurang penting daripada yang penting - yang tidak bisa tidak mesti dicatat, meskipun menjadi penting hanya karena dibuat agar tampak seperti penting?Sukab - Travelogue
Someone tells me: this kind of love is not viable. But how can you evaluate viability? Why is the viable a Good Thing? Why is it better to last than to burn?Roland Barthes - Lover’s Disclosure