Dulunya kupikir kamu adalah faktor yang menggenapkan hidupku. Tapi bagaimana bila aku sudah genap, dan kamu adalah faktor dari segala keganjilan hidupku? Haruskah kulepas apa yang kupunya untuk memilikimu?
Dulunya kupikir kamu adalah genap dari segala keganjilan hidupku. Tapi, bagaimana bila aku hanya setengah dan memilikimu atau tidak tak pernah menyempurnakan apapun? Sedang yang harus kucari adalah setengah tanpa identitas asli, penyatuan atas diriku sendiri.
Dulunya kupikir kita genap. Ternyata hanya sebagian binari pembentuk hidup.
Dan ternyata memang kita genap. Sebelum aritmatika kegenapan yang lainnya.