Showing posts with label quote. Show all posts
Showing posts with label quote. Show all posts

Saturday, September 12, 2015

Apakah yang kita harus catat? Apakah kjta harus yang terpenting, mengabaikan yang kurang penting, dan melupakan sama sekali yang tidak penting?
Namun apakah jaminannya bahwa yang tidak penting dan boleh dilupakan saja, memang lebih tidak penting daripada yang kurang penting dan cukup diabaikan saja, dan apapula jaminannya bahwa yang kurang penting dan boleh diabaikan, memang kurang penting daripada yang penting - yang tidak bisa tidak mesti dicatat, meskipun menjadi penting hanya karena dibuat agar tampak seperti penting?
Sukab - Travelogue
Someone tells me: this kind of love is not viable. But how can you evaluate viability? Why is the viable a Good Thing? Why is it better to last than to burn?
Roland Barthes - Lover’s Disclosure
Dua potongan quote ini membuat saya berkontemplasi sedikit tentang upaya-upaya hidup dalam sepanjang perencanaan. Kita suka sekali berbicara mengenai rencana-rencana bagaimana nantinya menjalani masa depan. Perencanaan itu buah baik dari siraman air kerja keras pada hari ini, pada awalnya. Setidaknya memang mekanisme harapan bekerja seperti itu; buah baik yang kita kira pada hari ini.
Adakah yang lebih baik dari hari ini? Adalah sebuah janji yang diletakkan Tuhan di dalam dada hambanya, agar biar bagaimana pun kita terjatuh tidak begitu sakit, katanya. Terserah bagaimana urutannya, perencanaanmu, a sampai z, perencanaan Tuhan, atau sebaliknya, kita tidak pernah benar-benar tahu pada batas mana buah harapan yang benar-benar kita harapkan. Benar kan?
Saya sudah lama memikirkan hal ini, entah seperti apapun motivator favoritmu mengatakan untuk berencana sebelum memulai. Rencana sepertinya hanyalah kesia-siaan. Bukan. Saya tidak mengatakan sebab saya orangnya fatalis, atau malah bersebab pada banyaknya rencana yang gagal. Teruslah berencana. Teruslah berharap. Tapi bukan pada kenyataan yang masih Tuhan jadikan impian. Tapi pada keyakinannya.
Sama seperti ketika kita memastikan mana yang baik mana yang tidak baik. Pada akhirnya, urutan-urutan itu hanya membenarkan mana yang lebih diyakini dan tidak diyakini. Lalu bagaimana bila saya katakan saya berhenti berencana, dan meyakini segalanya. Melenyapkan segala ketidakmungkinan, baik atau buruk, hanya karena bila semesta berencana hancur pun akan berakibat pada perjalanan baru.

Stabat, September 2015

Tuesday, February 25, 2014

"bila aku ingin, tentulah aku ingin. melihat perempuan itu beruban, memapahnya ke pasar tuk memilih-memilih sayuran, lalu membilas kakinya yang penuh kerutan." 

Thursday, September 5, 2013

You must see with eyes unclouded by hate. See the good in that which is evil, and the evil in that which is good. Pledge yourself to neither side, but vow instead to preserve the balance that exists between the two. 
-Hayao Miyazaki

Saturday, May 12, 2012

Bayang

"Kau itu seperti pelajaran sejarah. Jika tidak bisa menangkap benang yg menghubungkan setiap kejadiannya maka akan jadi sulit di mengerti. Kalimatmu memiliki sebuah benang tipis jika salah tarik aku bisa tersesat. Hatiku selalu risau. Takut jika benangmu tidak bisa terlihat. Tapi seperti pelajaran sejarah menarik keinginanku untuk tau lebih dalam."
Aku selalu lupa, pada siapa, kapan, dan dimana, serpihan itu kujatuhkan. Kupinjam dulu, aku ingin mengatakannya pada ilalang yang tajam, ilalang yang memanjang. Ia sulit kelihatan. Karena ia sama. Tak mau berbeda. Meskipun begitu, hadirnya begitu rapuh. Pada detik manakah, di masa depan, ia kan menghilang, bahkan sebelum angin menyadarinya.