mungkin kau akan berpikir seribu kali menyeberanginya
dengan kaki mungkil yang sesekali terperosok dan tenggelam dalam pasir putih.
luputkah dari penglihatanmu, jauh disana, perompak mengawasimu nanar
sebilah pedang dan sedikit bercak darah telah dihunus, serigala-serigala pun mengendus lapar
kau lihat? kau lihat? nafsu telah dilempar.
tapi jiwamu barangkali jauh lebih membakar, merahnya mawar barangkali pun akan pudar
malu padamu.
belum lagi setengah hari, seperempat menuju oasis ilusi, impian tak mungkinmu
di depanmu mereka menatapmu, kau balas dengan tatapan tajam
lagi, mata pisau itupun malu padamu.
kau kira mereka telah berhenti mengusikmu
dan kaupun melangkah dengan pongah kemenangan
sedikit senyum simpul meremehkan
belum lagi setengah hari, seperempat dari mereka kau lewati, perompak terbaik bagiku
di depanmu tinggal kelamnya tujuan, kau berhenti
bukan lupa, bukan pula takut
hanya saja, ada yang hilang...
andai saja angin di padang-padang ini bisa membangunkanmu lebih cepat
tentu kau masih beserta perasaanmu yang terbenam.
