Kau di kantung mataku, semakin berat untuk tak memimpikanmu. Tapi kau di kantung mataku, penyakit sebab rindu.
Sunday, January 17, 2010
tak pernah salah
secepatnya,
ingin kubenahi hati,
melipat kenangan menyisipkan kerisauan,
bertumpuk-tumpuk di koper pembuangan,
secepatnya,
ingin kuberlari di lorong ini,
mengalahkan angin mengalahkan waktu,
dalam terbang bebas di antara ketiadaan...
secepatnya,
ingin ku temui Tuhan,
bertanya takdir mengungkap kesahku semua,
kenapa, kenapa tidak mata ujian standar saja??
secepatnya,
ingin aku terbangun. .
dari mimpi ini dari ketidakberdayaanku,
melesat. . .cepat, mengulang kesalahan yang sama. . .
Friday, January 15, 2010
Polaris

sesubuh ini kita di tengah laut
berkompaskan bintang yg tak pernah surut
nelayan ikan, nelayan ikan, oh nelayan ikan
pasir-pasir pantai terkikis
berombak awan dan lautan
menyambut prajurit hendak mengemis
pada Tuhan Segala Tuan
karang semata saksi bisu
pengakuan susah sepi dirimu
ditengah lautan tangis menyatu
menyapu segala gundah dan rindu
tak usah risau tuan,
bintang timur masih disana,
bergelayut menjadi harapan
tumpuan seribu kotak cinta
Thursday, January 7, 2010
Kawan ? (II)

nanti kita kan bertemu
aku di makammu
atau kau dimakamku
sedihmu tak perlu
cukup kita rayakan dgan mesiu
bakar habis masa lalu
dan kita iblis yang berseteru
panggil semua dendam
dari rasa sakit yang kau pendam
tanpa belenggu peredam
mari kita saling menikam
darahmu darahku,
saudaraku yang kubenci
cinta kita tlah lama membeku
dan selamanya terbakar api
Kawan ?
kawan...
biarkan aku datang
membasuh sisa-sisa airmatamu
lalu kutegarkan hatimu
kawan...
kau suka bermuram
biar luka meledak berhambur
kawan...
aku hanya pengelana
terkadang egoisku bergolak
dan kau pun jadi saksi khianatku
kawan...
kau semakin tersungkur
dan akhirnya kau memilih takabur
kawan...
hanya begitu persahabatan kita
lalu semua aibmu kubuka
cacianmu semua kuterima
akhirnya tali itu musnah tak bersisa
kawan...
terkadang nikmat membutakan mata
akan waktu yg terus berdetik mundur
kini kita hanya insan yg futur
kawan...
entah kapan dan dimana
bersama sesal tak guna
kata maaf pun tak bisa
waktu tak bisa kembali
dan dalam diam aku binasa
mungkin kau juga disana
Subscribe to:
Posts (Atom)