hmmmpph,
kau hirup dalam-dalam
sedikit jeda kau sengaja
dan kau lanjutkan bicara, "bla bla bla..."
"ini agama...ini tuhan...dan sebagainya..."
tepukan tangan kah kau harapkan?
dengan taburan confetti tatapan mata
kau pun menjadi tuhan yang fana
apa kau tak gerah?
bergeliat atas nama ilah
sementara di hatimu menggumpal rasa pongah!!
cih, aku mau muntah!
Kau di kantung mataku, semakin berat untuk tak memimpikanmu. Tapi kau di kantung mataku, penyakit sebab rindu.
Saturday, April 16, 2011
Tuesday, April 5, 2011
Do' a yang Gugur
kukirim do'a-do'a yang berbaris
berterbangan menuju langit
di luar sana, gemerlap bintang dan temaram bulan
sayu do'aku terhempas angin, kesana kesini
akan kah sampai padamu?
hening kupaksa datang
dalam diam aku gamang
sebulir air pun menepi
entah seseorang disana
bersimpuh pada tuhannya
meminta banyak tentang namaku, begini begitu
bersayaplah pintanya menuju langit
pada langit ia menatap
akan kah sampai ? akan kah sampai ?
dia cemas bertanya
di langit sana, doaku dan pintanya bertemu
tapi, tuhanmu dan tuhanku tak setuju
tak jadilah ulat menjadi kupu-kupu
tak jadilah si jelek menjadi angsa
tak jadilah semua mimpi menjadi nyata
tinggal serbuk putih yang berterbangan
entah kemana, terpisah tak tersatukan
berterbangan menuju langit
di luar sana, gemerlap bintang dan temaram bulan
sayu do'aku terhempas angin, kesana kesini
akan kah sampai padamu?
hening kupaksa datang
dalam diam aku gamang
sebulir air pun menepi
entah seseorang disana
bersimpuh pada tuhannya
meminta banyak tentang namaku, begini begitu
bersayaplah pintanya menuju langit
pada langit ia menatap
akan kah sampai ? akan kah sampai ?
dia cemas bertanya
di langit sana, doaku dan pintanya bertemu
tapi, tuhanmu dan tuhanku tak setuju
tak jadilah ulat menjadi kupu-kupu
tak jadilah si jelek menjadi angsa
tak jadilah semua mimpi menjadi nyata
tinggal serbuk putih yang berterbangan
Subscribe to:
Posts (Atom)