dahulu hilang, kini menatapku tak percaya.
bukti-bukti tak berguna, mata sayu itu menatap daging-daging luka.
dulunya luka kita serupa, kini kau menatapku tak percaya.
wangi masih sama, sedang satu sapa merobek sajak nama; namamu.
kau tersenyum hampir kuiikuti, sebelum kau bertanya sambil tertawa,
"kau masih terluka?"
"ya, aku pun tak percaya."