Kau di kantung mataku, semakin berat untuk tak memimpikanmu. Tapi kau di kantung mataku, penyakit sebab rindu.
Friday, September 18, 2009
untuk Ibu
bu...
setetes airmatamu kan menenggelamkan ku di samudra dosa...
bagaimana bisa kucium tanganmu seperti biasa saat idul fitri tiba...
dapat kubaui telaga biru di sajadah ini...
tempat dulu kau mengadu pada Allah yang Satu...
bu...
terpekurku kenangan di nisan batu...
berolah tragedi dan misteri semasa dulu...
dan tiap helai rambut yang kau sapu...
membisikkan risalah tanpa arrayu...
kini aliran cintu itu, kian berdentum mengejar rindu...
bu...
ajarkan aku tuk mengerti...
ilmu hati dan kasih sejati...
dalam selimut mimpi tanpa tepi...
agar tak ada lagi jiwa yang tersakiti...
Thursday, September 10, 2009
Kitab Cemburu

Aku tidur dengan hangatnya rindu
Berselimutkan panasnya cemburu
Setelah berkelahi mengalahkan waktu
Terkulai kini wajah semakin membiru
Dalam perih hatiku membeku
Setelah jatuh terluka karnamu
Aku pucat pasi hingga malu
Tak ada pilihan selain diam membisu
Aku dihujani tanya beribu
Namun tak satupun jawab kutahu
Dalam benak ini sungguh berliku
Sungguh kusangka permainan ragu
Kini kusadari dia tlah berlalu
Bersama kasihnya saling merayu
Dan kutulis sebuah lagu
Cerita tentang mimpi mimpi syahdu
Pada Tuhan aku mendayu
Krna cintaku tak pernah bersatu
PadaMu aku kembali mengadu
Di dalam basah sujudnya kalbu
Subscribe to:
Posts (Atom)