disapu-sapukan dingin di antara regang tangan kita
aku beranjak dari bangku taman,
menyisakan ruang untuk kunang berduaan dengan bukan
lalu bisik padanya tapak perjalanan pulang,
kau katakan aku surya yang hilang panas cintanya.
duduk lah kita pada malam di teras menyembah Tuhan,
masing-masing menggemakan bosan hitam arang.
dan pada hari berikutnya, kita bertemu,
dengan jiwa yang bersembunyi di balik tirai sunyi.
di samar matamu, kulihat makna membidik tanya,
sejauh mana ruang di tempatku bermahkota
dan di dasar relungmu, aku, kau ikat bejana dusta
kita bersentuhan, melukisi kuasa guruh,
ada gentar seberat mayapada angan
bersuara lah pisah berlapis janji, bersalaman
dan tentang kita, perlahan-lahan padam.
Medan,
November 2015
No comments:
Post a Comment