Emak telah bangun di
hadapan Pencipta.
Ditinggalkannya kami di belakang selang-selang penyangga kehidupan.
Hari itu, adzan subuh pertama kalinya kalah berisik.
Ditinggalkannya kami di belakang selang-selang penyangga kehidupan.
Hari itu, adzan subuh pertama kalinya kalah berisik.
Jangan pernah
sekali-kali kau hirup udara sepi.
Mereka menjuntai dari bisik kumpulan orang asing,
bergemuruh dibalik tenda-tenda simpatik,
keluar masuk dari paru-paru anak yang sakit.
Dan tak lebih perih dari rindu, bertemu tapi abu, biru, sendu.
Mereka menjuntai dari bisik kumpulan orang asing,
bergemuruh dibalik tenda-tenda simpatik,
keluar masuk dari paru-paru anak yang sakit.
Dan tak lebih perih dari rindu, bertemu tapi abu, biru, sendu.
Perempuan cantik tak
lagi bertudung sutra
Dan riasannya berupa senyum tipis yang berjanji tak dimakan usia,
itu juga bila kau tak lupa katanya.
Dan riasannya berupa senyum tipis yang berjanji tak dimakan usia,
itu juga bila kau tak lupa katanya.
Wanginya harum,
seperti kakek berangkat ke surau.
Sama, ia pun diangkat ke surau,
Sama, ia pun diangkat ke surau,
oleh tandu yang biasa teronggok dekat gudang
bedug.
Aku kira aku yang
paling menderita,
sebelum perempuan kecil memeluk nisan seolah boneka permainan,
ditekuk kuat, tapi tak ada yang mau merampas.
Kecuali waktu yang lebih dahulu melepas.
sebelum perempuan kecil memeluk nisan seolah boneka permainan,
ditekuk kuat, tapi tak ada yang mau merampas.
Kecuali waktu yang lebih dahulu melepas.
Ada dia yang disitu
menatap tajam,
di balik selubung Tuhan
Menanti kami pulang.
di balik selubung Tuhan
Menanti kami pulang.
Medan
November, 2015
No comments:
Post a Comment