kau takkan pernah tahu bagaimana menggigilnya
ujung jari kaki yang terbenam di dalam sepatu saat hari hujan.
tapi bila kukisahkan padamu tentang perjalanan menuju persinggahan ini,
benar-benar bukan suatu perkara bahkan jika seluruh tubuhku demam.
tidak ada jejak untuk kau baca
kecuali kau berniat meraba lumpur dari deras yang tak kunjung reda.
sebab bila sesampainya aku dihadapmu,
aku tahu segala resahku telah bersih tertinggal di genangan-genangan;
hingga kemarau tahun depan tak ada yang perlu dikenang.
sebab bila sesampainya aku dihadapmu,
yang perlu kau tahu kusisakan pelangi dari badai yang kutelan sendiri.
sebab bila sesampainya aku di pusaramu,
hanya ada kelopak segar dan basah;
dan itu bukan airmataku.
Stabat, September 2015
No comments:
Post a Comment