...Hujan.
Ada apa saat hari hujan? Tidak ada apa-apa sih. Aku barangkali tidak berapa sering bilang suka hujan. Tapi aku suka sengaja pulang berbasah-basahan kalau hari hujan. Lalu sepatuku berat berisi air hujan yang enggan keluar. Kulitku akan berkerut dan semakin pucat. Air hujannya akan mengalir dari rambutku ke pipi, seperti menangis, lengket dan merembes ke bibir; asin. Wangi hujannya tidak terlalu lama bisa kunikmati. Hidungku akan cepat mampet. Lalu aku bernafas lewat mulut. Panasnya akan kontras saat bertabrakan dengan udara. Sepulang di rumah, aku langsung mandi. Tentu saja. Langsung sakit. Pasti.
...Matahari Terbit.
Aku bangun dan berangkat sebelum matahari terbit. Matahari adalah penunjuk waktu. Kalau berangkat terlalu terang pasti terlambat dan susah dapat angkutan. Aku duduk di sebelah kiri, agar bisa melihat matahari bersinar merah. Aku suka melihat matahari yang mencuri-curi lihat dibalik barisan rumah dan pepohonan di sepanjang jalan. Aku berharap saat tepat melewati lapangan yang luas atau sawah, aku bisa melihatnya tepat merah memanjati langit hitam kebiru-biruan. Kalau beruntung, ketika sampai di tujuanku, dia disamping menemaniku berjalan dan melamun.
No comments:
Post a Comment