yang membuatku melayang-layang
dihantarkan benang.
dan angin memukul-mukul pundakku
yang malu-malu menujumu.
kau puisi yang Tuhan bentangkan,
agar aku mengilhami hujan bintang
dan kemilau fajar hingga senja.
kau suruh pula aku membaca maumu,
dekatmu saja hatiku liung.
Stabat
November 2015
No comments:
Post a Comment