tergeletak ragamu menanti siang dipadamkan
lain saat kalbu mengait temaram hingga ia tak kunjung tenggelam
bahkan, dihadapmu mekar fajar berwarna enggan.
kau terdiam, waktu membercandai kulagi rupanya.
lain saat kalbu mengait temaram hingga ia tak kunjung tenggelam
bahkan, dihadapmu mekar fajar berwarna enggan.
kau terdiam, waktu membercandai kulagi rupanya.
bagaimana mungkin hendam dipinjam terang,
rusuk-rusukmu kau rapatkan tak menyisakan ruang.
lalu kau persoal pun segala tentang kesepian,
tak sadar di wajahmu berkerut rupa-rupa kesedihan.
rusuk-rusukmu kau rapatkan tak menyisakan ruang.
lalu kau persoal pun segala tentang kesepian,
tak sadar di wajahmu berkerut rupa-rupa kesedihan.
wajar, dada lutut dan dagumu mengerucut di sudut kamar
sambil berdebar-debar memegang anak tajam.
bayanganmu kau usir, dan kini sadarmu tak bisa disetir.
sambil berdebar-debar memegang anak tajam.
bayanganmu kau usir, dan kini sadarmu tak bisa disetir.
Oktober, 2015
No comments:
Post a Comment