Well, how big is the universe?
Infinite.
How do you know?
I know because all the data indicate it.
But it hasn't been proven yet?
No.
You haven't seen it. How do you know for sure?
I don't, I just believe it.
It's the same with love, I guess
I've always believed in numbers, in the equations and logics that lead to reason. But after lifetime at such pursuit, I ask, What truly is logic? Who decides reason? My quest has taken me through the physical, the metaphysical, the delusional and back. And I have made the most important discovery of my career, the most important discovery in my life. It is only in the mysterious equations of love, that any logical can be found.
The Beautiful Mind
Kau di kantung mataku, semakin berat untuk tak memimpikanmu. Tapi kau di kantung mataku, penyakit sebab rindu.
Monday, July 25, 2011
Wednesday, July 13, 2011
Pepatah
Sederhana tapi berkesan saat seorang Bijak mengatakan,
"Selalulah bersama kebenaran, walaupun engkau sendirian."Tetaplah jujur dan ikhlas.
Tuesday, July 12, 2011
Gak Jelas
Jam 1 Malam...
Sedang mengutak-atik lepi, kulihat pantulan bayanganku di laptop, ada gumpalan kain putih di belakangku. Ternyata selimut.
(-__-")
Lanjut ngutak-ngatiknya.
Aku ke dapur, haus. Berencana membuat susu panas. Kulihat bentuk putih bulat-bulat di balik celah pintu (aku ini sedang gapake kacamata). Ternyata tiang bendera.
(-__-")
Lanjut bikin susunya
Aku balik ke kamar, ada suara krasak krusuk di luar. Kuintip dari jendela. Meongg... Rupanya kucing.
(-__-")
Aku lanjut main laptop.
Aku berencana ngintip bulan. Kuintip dari jendela. Ada guling nyangkut di pokok jambu. Oh, ternyata guling.
(@#$~!@##@%???~!!!)
Aku langsung tidur.
Sedang mengutak-atik lepi, kulihat pantulan bayanganku di laptop, ada gumpalan kain putih di belakangku. Ternyata selimut.
(-__-")
Lanjut ngutak-ngatiknya.
Aku ke dapur, haus. Berencana membuat susu panas. Kulihat bentuk putih bulat-bulat di balik celah pintu (aku ini sedang gapake kacamata). Ternyata tiang bendera.
(-__-")
Lanjut bikin susunya
Aku balik ke kamar, ada suara krasak krusuk di luar. Kuintip dari jendela. Meongg... Rupanya kucing.
(-__-")
Aku lanjut main laptop.
Aku berencana ngintip bulan. Kuintip dari jendela. Ada guling nyangkut di pokok jambu. Oh, ternyata guling.
(@#$~!@##@%???~!!!)
Aku langsung tidur.
Kembali
I've been living with a shadow overhead
I've been sleeping with a cloud above my bed
I've been lonely for so long
Trapped in the past
I just can't seem to move on
I've been hiding all my hopes and dreams away
Just in case I ever need them again someday
I've been setting aside time
To clear a little space in the corners of my mind
All I want to do is find a way back into love
I can't make it through without a way back into love
Oh oh oh
Entah hari yang keberapa sudah aku berdiam. Terduduk sepi di sudut pikiran. Mencari-cari hatiku yang tiba-tiba menghilang. Entah aku yang mana lagi hendak kuselami kembali. Jenuh. Ku ketuk-ketuk jendela, bertafakkur melihat guling dan bantal yang juga sudah muak kupeluk tiap jamnya. Dan tiap mimpi yang kuselami justru menambah kesedihan yang tak kumengerti.
Beberapa hari lalu, secara tak sengaja aku bertemu orang-orang itu. Orang-orang yang tersenyum dengan tulus. Dan dengan tulusnya lagi, bertanya kabar tentangku, kemana saja selama ini. Emang aku darimana? Aku sendiri tak tahu jawabannya. Kembali, dengan tulusnya aku diterima duduk melingkar berbicara hal yang aku sendiri sudah tak mengerti di bawa kemana. Dengan pura-pura tulus, aku ikut bicara. Sekali lagi, ketulusan ini terus saja melukaiku. Entah untuk apa, entah kenapa.
Hari ini aku bermimpi tentang surga. Tentang dua aku, yang satu masuk surga dan yang satunya di coret darinya. Bukan, bukan tentang surganya. Ini tentang catatan malaikat yang kuintip dan ku pinjam.
Di aku yang pertama tertulis kira-kira begini:
Pernyataan pertama yang timbul adalah, "Aku suka oranye?" dan kedua adalah pertanyaan "Kenapa aku bertanya saat bermimpi?".
Sejujurnya, aku belum ingin kembali. Tapi, semakin aku sendiri semakin menumpuk rasa bersalah yang tak beralasan ini.
Jadi...aku kembali.
I've been sleeping with a cloud above my bed
I've been lonely for so long
Trapped in the past
I just can't seem to move on
I've been hiding all my hopes and dreams away
Just in case I ever need them again someday
I've been setting aside time
To clear a little space in the corners of my mind
All I want to do is find a way back into love
I can't make it through without a way back into love
Oh oh oh
Entah hari yang keberapa sudah aku berdiam. Terduduk sepi di sudut pikiran. Mencari-cari hatiku yang tiba-tiba menghilang. Entah aku yang mana lagi hendak kuselami kembali. Jenuh. Ku ketuk-ketuk jendela, bertafakkur melihat guling dan bantal yang juga sudah muak kupeluk tiap jamnya. Dan tiap mimpi yang kuselami justru menambah kesedihan yang tak kumengerti.
Beberapa hari lalu, secara tak sengaja aku bertemu orang-orang itu. Orang-orang yang tersenyum dengan tulus. Dan dengan tulusnya lagi, bertanya kabar tentangku, kemana saja selama ini. Emang aku darimana? Aku sendiri tak tahu jawabannya. Kembali, dengan tulusnya aku diterima duduk melingkar berbicara hal yang aku sendiri sudah tak mengerti di bawa kemana. Dengan pura-pura tulus, aku ikut bicara. Sekali lagi, ketulusan ini terus saja melukaiku. Entah untuk apa, entah kenapa.
Hari ini aku bermimpi tentang surga. Tentang dua aku, yang satu masuk surga dan yang satunya di coret darinya. Bukan, bukan tentang surganya. Ini tentang catatan malaikat yang kuintip dan ku pinjam.
Di aku yang pertama tertulis kira-kira begini:
Katak : MasukDi aku yang kedua begini:
Katak : Belum tentu
Pernyataan pertama yang timbul adalah, "Aku suka oranye?" dan kedua adalah pertanyaan "Kenapa aku bertanya saat bermimpi?".
Sejujurnya, aku belum ingin kembali. Tapi, semakin aku sendiri semakin menumpuk rasa bersalah yang tak beralasan ini.
Jadi...aku kembali.
Sunday, July 10, 2011
Rest in Peace
"Disini berbaring, seorang penjahat yang cinta perdamaian."
Penjahat seperti apa yang di nobatkan sebagai penjahat? Sementara ia mencintai perdamaian.
Penjahat itu melakukan kesalahan. Menentang hukum alam, karena sebagai penjahat ia berlaku damai. Sekali lagi, karena apa ia mencintai perdamaian? Karena ia penjahat, tentulah ia yang paling tahu rasa rindu tanpa kejahatan.
Rest in Peace...
Penjahat seperti apa yang di nobatkan sebagai penjahat? Sementara ia mencintai perdamaian.
Penjahat itu melakukan kesalahan. Menentang hukum alam, karena sebagai penjahat ia berlaku damai. Sekali lagi, karena apa ia mencintai perdamaian? Karena ia penjahat, tentulah ia yang paling tahu rasa rindu tanpa kejahatan.
Rest in Peace...
Subscribe to:
Posts (Atom)
