Saturday, December 21, 2013

(Fiksi) Doa


pernah berpikir tidak tentang do'a-do'a yang gak/belum dikabulkan Tuhan di langit jadi apa? 
jadi, sebenarnya di atas langit ada antrian do'a. do'a yang paling cepat, do'a yang paling banyak, do' yang saling mendo'akan, dan sebagainya. tapi loket buat ambil karcis ketemu Tuhan cuma ada tujuh. taulah kenapa tujuh. Tuhan suka angka tujuh. bukan bermaksud sara sih ni ya, tapi orang muslim beruntung karena sehari banyak berdo'a. kita gak pernah tau lewat loket mana duluan yang bisa cepat sampai. juga ada do'a-do'a yang cepat sampai, kayak do'a anak sholeh, orang yang menderita, sama yang saling mendoakan. biasanya doa-doa kaya gitu ada stempel khusus dari Mikail.
Intinya, doa yang udah karcis ketemu Tuhan sama yang distempel Mikail pasti langsung dikabulin Tuhan. tapi gimana sisanya yang masih ngantri? ternyata Tuhan ngasi pintu khusus buat doa-doa yang males ngantri, yang gak punya kualifikasi dan doa-doa sejenis yang gak lolos-lolos. hahaha, kasian. :P Iya, ada dong doa yang males ngantri. sama kaya si tukang doa, biasanya mereka doanya sekali-sekali. nah, kalo doa yang gak punya kualifikasi biasanya bercampur dosa atau yang ga ada bau keringatnya sama sekali. ngertilah ya. kalo doa-doa sejenis (maksudnya doanya itu-itu mulu), biasanya udah dikabulin tapi minta lagi, atau belum disyukurin. ibaratnya belum terima kasih, udah nagih lagi. ckck
balik ke pintu doraemon, eh maksudnya pintu doa. :D doa-doa tadi bukan gak dikabulin, tapi justru Tuhan ngasi kesempatan buat doanya turun kebumi. udah capek-capek naik, disuruh turun lagi. tega ih, Tuhan!
doa-doa itu masuk pintu tapi berbayar. nah lho?! ini Tuhan apa calo? xD tapi ini serius, harga untuk lewat pintu itu macam-macam. ada yang ruh waktu tidurnya dikasi doa. "doa diberi nafas..." rada pernah dengar kalimat ini...
ada doa yang dibayar dengan keikhlasan, ini doa orang tulus, yang terserah Tuhan mau ngabulin apa engga, asal diberikan yang terbaik versi Tuhan. yang terakhir, ada doa yang dimintakan ke siapa aja (wal muslimin wal muslimat). makanya penghuni langit ikut bingung... oke, itu bercanda. :P
terus doanya bayar pake apa?  gak bayar. ditraktir sama semesta. :)
makanya doa-doa yang udah lewat pintu tadi jatuh kebumi menjadi apa aja, kalo doraemon punya pintu kemana saja. Tuhan punya pintu apa aja. keren ih Tuhan... doa-doa tadi jadi awan, hujan, udara, embun, salju, semburat jingga, debu di jendela, hara di tanah, makanan burung, dan sebagainya. bahkan, bisa jadi selimut hangat dimalam harimu itu tidak hangat. ada doa-doa orang yang menyayangimu terselip, memeluk hangat setiap saat. makasih ya mak, pak.. :')
Jadi, bersyukur, kamu gak pernah tau doamu tlah menjadi apa, dan disekitarmu ada doa siapa.

Oktober, 2013

Thursday, December 12, 2013

Kenangan [4]

sejarah hidupmu tidak berasal dari satu benang merah. mungkin saja ia pernah berbelit dengan benang orang lain dan menjadi hidupmu. mungkin pula sebenarnya benang hidupmu telah lama terputus dan kau hanya melanjutkan kenangan orang lain. bagiku, mungkin saja.
kau mungkin ingin mengulang beberapa rekaman, tentang apa-apa saja cita-cita yang pernah kau banggakan. polisi? dokter? ilmuwan? guru? pilot? dari rekaman itu, apa kau menemukan bagian hitam seperti kusam dimakan malam? bagimu mungkin tak mengapa. barangkali itu hanyalah jejak-jejak tak signifikan dalam kehidupan. bagiku, itu ketakutan.
masa depan terdiri dari mozaik-mozaik yang belum kita temukan. kau akan temukan di tangan sahabat lamamu-sahabat terbaikmu yang akan mengkhianatimu dalam beberapa tahun kedepan. kau akan temukan di mata seseorang yang bukan siapa-siapa hari ini, tapi di masa depan mata itu akan mengalirkan ketulusan yang tak mungkin bisa dibeli. kau akan temukan di kaki seorang yang telah kau bantu berdiri suatu kali dengan aluran tanganmu, dan dia akan muncul lagi menghamparkan duri lewat jempol kakinya. kau akan temukan di rambut orang tuamu yang memutih dan bersyukur karena pernah tak sengaja menelan rambut dalam mangkuk bubur yang mereka sediakan. 
bagiku, sama saja. karena sejarah bagiku adalah masa depan. masa depanku sudah menjadi sejarah. masa depan yang terdiri dari pecahan masa lalu yang kukumpulkan sekuat tenaga. bercampur bau darah entah milik siapa. dalam ikatan benang entah darimana.