Thursday, December 3, 2015

Tarian Sunyi

aku menghadiahimu kaus kaki, belum lagi sepatu. tapi katamu tak perlu. penari bersalaman dengan bumi, jangan diperumit. kemudian kau menari, dari matahari sepenggalan lengan sampai tepat di atas dahi.

pijar liar menggeliat di telapak kakimu, selimut angin pun berderai bergantungan di bawah selendang, dan rambut ikal indah itu berombak panas. ujar kagumku berserakan, tapi puja-puji gerakmu lebih pantas menyembahi alam.

kau lagi menyanyikan salam, dengan tengadah memejam sunyi. tiba-tiba pedis rindu menyibak rerumputan, bersama dersik yang dibawa lautan. tapi hanya dengan harum peluh tari syukurmu nona, kelimpungan aku menghidunya. aduhai.

medan
november 2015

------------------------------------------------------------------
puisi bisa didengarkan;

https://soundcloud.com/kelaspuisi/tarian-sunyi-yourpatheticjoke

No comments:

Post a Comment