kalau memang suka tasawuf, setidaknya kau sudah bisa menyadari banyaknya orang bijak yang lebih suka diam.
bukan diam yang tidak acuh, tapi diamnya air yang mengikuti takdir. derasnya pertanyaan kita sama derasnya dengan aliran sungai. tapi betapapun derasnya aliran air itu, belum tentu mampu menghidupi akar-akar yang hampir mati. semua ada jalannya.
sama ketika kau tahu mampu menjelaskan isi dunia ini pada orang yang belum tahu, tapi kau belum tentu tahu seberapa besar wadah si dungu. semua ada masanya.
bila lain kali bertanya, atau barangkali seseorang bertanya, terlebih kau bertanya pada dirimu sendiri. diam sejenak. biarkan setitik air kesadaranmu menyelami wadah yang kau kira hanya genangan air hujan. setelah kau sadar betapa luasnya jawaban yang mungkin, bicaralah.
kalau aku belajar juga untuk menjawab,
aku tak tahu (pertanyaanmu).
aku tak tahu (jawabanku).
aku tak tahu (inginmu).
aku tak tahu (kesamaan pandangku).
aku tak tahu (manfaat semua ini).
bila kau sudah tahu,
begini ...
No comments:
Post a Comment