Friday, June 28, 2013

Kematian (3)

#3
jika saja bersama hujan aku bisa memahami tanah
mungkin, bersama kenang aku bisa merasakan dingin disana
terlepas dari taburan bunga yang; apakah mewangikan bentuk yang fasad?
dan nafas benci yang meruak dari pori-pori bumi
pujilah takdir; aku masih merutuki tuhan
yang membawa retak yang tak tertambal
yang melukai tanpa mengobati
atas nama yang tak bisa kembali; aku masih merutuki tuhan
bicarakan pada yang bernyawa
ya, lepaskan saja nada - terserah entah bagaimana
lalu tertawalah; identitasnya tlah dicabut tuhan

Friday, June 21, 2013

Kenangan [1]

jika waktu dirupa-rupakan, apakah ia telinga? lidah? atau mata?
jika waktu, dihantar sepi, maka telinga mendengar isyaratnya
jika waktu, ditulis cerita, maka lidah kan tergagap kelu
jika waktu, dicampak warna, maka mata meraba mayanya
bersebab telah terpenggal segala kecap tentangmu

detak detik hampir sampai disana
dimana? disegala tempat disebut kenangan
apakah megah ataukah terkubur?
di ruas bumi paling dina
apa? senyata dingin sebuah penyesalan
disana, air mata pernah ditabur

Tuesday, June 11, 2013

Kematian [1] & [2]

#1
sore hari, dikejauhan suara kereta memanjang
menghempas senyap
kabarkan kepulangan
dari sepucuk surat yang lama kau cemaskan
kendi-kendi tlah diisi penuh
oleh wajah-wajah teduh
mereka mensyairkan sedih
dari sepucuk surat yang aku takutkan
tertegun
mematung
saat hanya sehelai syal yang dititipkan
dari sepenuh raga yang tentram
telah disemayamkan
dan kerinduan jiwa yang damai
telah sampai di sisi Tuhan

#2
masih disore yang sama, diantara pesan-pesan ibunda
tak kutemukan namaku disana...

seluruh tulangnya melunak
lalu meleleh bersama liur anak-anak berpenyakit mental
matanya mencuat
meleleh juga bersama tangis yang tak lagi asin

entah apa yang Tuhan sematkan
di jiwa yang mati Ia hidupkan nafas panjang
di jiwa yang hidup Ia jedakan, terlalu panjang

di duniaku, akhirat terjadi berkali-kali
berapa kali aku mati?


NB : hutangku 7 atau 10? 2 dulu ya...