Tiang-tiang penyangga rindumu beranjak ke dasawarsanya.
Tak ada harum rapuh meskipun lembab dan risik angin
sesekali menyelinap menyetir gigil. Dan sarang burung
diatas sana telah berkali-kali berganti generasi dengan
bayi-bayi yang mencicitkan lapar, serta bingar.
Diatas gundukan lantai tanah berserakan lembaran ingatan,
itupun ada yang sudah menjadi remah bekas dimakan tikus tanah.
Berserakan pula hiasan gelang, cincin, kalung yang dulu
acapkali menjadi sesembahanmu. Sesaji lipstik dan janji,
inai dan segenggam tanda janji, tapi kini di hak milik debu
dan karat-karat hitam.
Aku mendengar dulu istana yang dibangun karena rajanya
jatuh cinta, dipugarnya beragam warna emas perak dan berlian
segala rupa. Ditanaknya nasi dengan campuran liur anak-anak
miskin. Dinyalakannya dupa, dan aku tahu segala kemewahan
ini atas kesederhanaan yang ditelan duka.
Dan seiring mengganasnya waktu, yang tersisa hanya cerita.
Dan kenangan ditimbun agar manusia membangun sejarahmu
yang baru.
Kau di kantung mataku, semakin berat untuk tak memimpikanmu. Tapi kau di kantung mataku, penyakit sebab rindu.
Showing posts with label kenangan. Show all posts
Showing posts with label kenangan. Show all posts
Wednesday, September 30, 2015
Saturday, June 21, 2014
Kenangan [5]
21 April 2000
Bapak libur hari ini. Tidak ngelaut.
Ibu bilang ada orang gila di sekitar pantai. Dia melubangi kapal-kapal.
Maghribnya aku lari, kahfi-ku tidak selesai, dan bapak menamparku.
Di anjungan ada laki-laki terisak sendirian. Dia memegang kertas bukan palu atau semacamnya.
Aku mengendap, kuambil batu setengah kepalan tangan. Kulempar. Lalu aku berteriak "ada orangg gilllllaaaa...." sambil ketakutan.
8 Juni 2007
Hasil raporku jelek. Bulan depan aku tinggal di kota.
18 Agustus 2013
Rasanya sudah lama gak ikutan upacara bendera.
Hari ini aku main ke kampung kawan. Iseng-iseng ikutan upacara sekolah.
Hari ini aku main ke kampung kawan. Iseng-iseng ikutan upacara sekolah.
Hehe, bener kan? Kakiku kesemutan.
15 Agustus 2014
Rupanya dia sekampung dengan kawanku.
Katanya sih cantik. Aku cuma dua kali lihat dia; punggungnya. Dua kali di perpus. Dengan tumpukan buku.
Seingatku ada tafsir Qur'an, alKitab, majalah fashion, komik.
Dia jurusan biologi. Namanya...
18 Agustus 2014
Pagi ini aku terbangun di rumah sakit. Hah?!
Katanya sudah tiga hari aku gak sadarkan diri. Katanya keracunan makanan.
Pulang ke kosan, kotak indomieku lenyap.
Sore ini, aku pergi ke dermaga lagi.
Bau ikan. Dua-tiga nelayan sedang mempersiapkan bau yang lebih segar besok.
Aku pulang sekitar lima belas menit kemudian.
19 Maret 2021
Aku datang lagi.
Hanya memutar. Tidak jadi.
Kulihat kau sudah berdiri di anjungan.
23 April 2021
Mungkin itu cinta pertamaku. Tapi aku hanya mengenali siluetnya dari kejauhan.
30 Mei 2030
Kami akan berziarah berdua saja besok. Kasihan dia belum pernah ketemu cucunya.
31 Mei 2030
Sedang tidak sehat.
Kemarin ada makam baru dekat kuburan bapak dan emak. Aku sedikit bercanda dengan jagoanku. Kubilang, "coba tebak ini adik ayah atau kakak ayah?"
Haha, selera humorku memang selalu salah tempat. "...nanti nama ayah juga 'bin Supanji'"
Di pahatnya tertulis jelas namanya. Namany
16 Agustus 2030
Hello world!
Aku gak suka nulis sih. Ini bukunya tebel banget. Agak bau ikan.
Kata ayah gak perlu sering-sering nulis.
Lagian lebih asik main musik.
Notes by : Airlangga Kelana Respatih Putra
Thursday, December 12, 2013
Kenangan [4]
sejarah hidupmu tidak berasal dari satu benang merah. mungkin saja ia pernah berbelit dengan benang orang lain dan menjadi hidupmu. mungkin pula sebenarnya benang hidupmu telah lama terputus dan kau hanya melanjutkan kenangan orang lain. bagiku, mungkin saja.
kau mungkin ingin mengulang beberapa rekaman, tentang apa-apa saja cita-cita yang pernah kau banggakan. polisi? dokter? ilmuwan? guru? pilot? dari rekaman itu, apa kau menemukan bagian hitam seperti kusam dimakan malam? bagimu mungkin tak mengapa. barangkali itu hanyalah jejak-jejak tak signifikan dalam kehidupan. bagiku, itu ketakutan.
masa depan terdiri dari mozaik-mozaik yang belum kita temukan. kau akan temukan di tangan sahabat lamamu-sahabat terbaikmu yang akan mengkhianatimu dalam beberapa tahun kedepan. kau akan temukan di mata seseorang yang bukan siapa-siapa hari ini, tapi di masa depan mata itu akan mengalirkan ketulusan yang tak mungkin bisa dibeli. kau akan temukan di kaki seorang yang telah kau bantu berdiri suatu kali dengan aluran tanganmu, dan dia akan muncul lagi menghamparkan duri lewat jempol kakinya. kau akan temukan di rambut orang tuamu yang memutih dan bersyukur karena pernah tak sengaja menelan rambut dalam mangkuk bubur yang mereka sediakan.
bagiku, sama saja. karena sejarah bagiku adalah masa depan. masa depanku sudah menjadi sejarah. masa depan yang terdiri dari pecahan masa lalu yang kukumpulkan sekuat tenaga. bercampur bau darah entah milik siapa. dalam ikatan benang entah darimana.
Tuesday, August 20, 2013
Kenangan [3]
sentuhkan dingin subuh, di dadamu, lelahku kan rubuh
pencarian hangat semata, di semak kelam belukar; dunia
semua padamu benar hangat,
tatapmu, bisikmu, peluhmu, airmata, inginmu, lalu semua yang belum kau katakan
benarkan semua syair, lalu lagu-lagu, bahwa waktu hendaknya berhenti
menenangkan, setiap detik ini menenangkan
masih di pelukanmu, bahwa asalnya jantung dan hati ini
retakan rusukmu yang telah disatukan
ah...aku pun ingin begitu
dan lagi, setiap saat aku kembali di rebahan dadamu,
aku tak perlu meminta detik; karena ia akan mengasihani dirinya sendiri
seandainya, bilakah, kalaupun, semua andai-andai ku rangkum
bisakah aku tetap lelah; asal tatapmu, biisikmu, peluhmu, tanpa airmata, semua inginmu
dapat kumiliki dan kabulkan.
tapi aku kecil, mengecil, dan bukan tuhan...
dan karena kau pun jauh, menjauh, di tepian ingatan.
Tuesday, August 13, 2013
Kenangan [2]
seyogyianya hati telah hanyut dan tenggelam
lalu terselamatkan oleh kulit kerang
tak sengaja
pernah disimpan
putihnya
pucatnya
hingga tuhan di samudera menghantarkannya pulang
pada pasir pantai yang setia
---
tinggi pada ketinggian manakah
obat dibutuhkan dada ini ada
hingga ia tak lagi butuh udara
tetapi ramai
riuhnya
rendahnya
tiap hembusan nafas memberikan irama
pada rongga yang kosong tadi
sepi meratap panjang
Friday, June 21, 2013
Kenangan [1]
jika waktu dirupa-rupakan, apakah ia telinga? lidah? atau mata?
jika waktu, dihantar sepi, maka telinga mendengar isyaratnya
jika waktu, ditulis cerita, maka lidah kan tergagap kelu
jika waktu, dicampak warna, maka mata meraba mayanya
bersebab telah terpenggal segala kecap tentangmu
detak detik hampir sampai disana
dimana? disegala tempat disebut kenangan
apakah megah ataukah terkubur?
di ruas bumi paling dina
apa? senyata dingin sebuah penyesalan
disana, air mata pernah ditabur
Subscribe to:
Posts (Atom)