Saturday, January 30, 2016

Wanita di Rumah Kayu

tidak aspal apalagi pematang jalan menuju rumahmu
yang ada hanya kebun melati liar berpagar putri malu
santap saban hari juga singkong dan kentang
ditemani kupu-kupu dan capung kala sore menjelang
karena kau jelita, jemari-jemari gatal mengoja
ego perlahan roboh, berganti dinding-dinding kokoh, 
di sekeliling parasmu yang rupawan
dewi bulan tak lagi sepadan dengan sedap malam
sudah ada bintang yang hidupnya menyetrum
wahai, dayanya bisa membunuh seluruh masa kelam
rumah kemarin telah cakap berias elok
ilalang disulap menjadi karpet yang menawan kaki
langit biru pun berganti warna ingar plafon cantik
kini, tidak ada pejalan menujumu
sebab dirimu telah menyatu di tengah tugu
bersama kenangan yang dipahat kaku
Medan, Desember 2015

No comments:

Post a Comment