kasur kapuk tidak lagi nyaman
sebab wajahmu melayang-layang
seperti nyamuk di penghujung malam
guling kupeluk tidak berlekuk
sampai darah berhenti terhimpit
dada pun melolong, sebab laparnya jiwa
sebab wajahmu melayang-layang
seperti nyamuk di penghujung malam
guling kupeluk tidak berlekuk
sampai darah berhenti terhimpit
dada pun melolong, sebab laparnya jiwa
bangkit lalu ku aduk gubuk kerahasiaan
dan kutemukan bingkai kau dan sang pujaan
kapan hari kaukatakan bertajuk Ladang Bangkai
dan kutemukan bingkai kau dan sang pujaan
kapan hari kaukatakan bertajuk Ladang Bangkai
senyumku tiba-tiba mendewasa
mengalir jatuh ke hilir bibir
kupakai peci serta selendang
pada minggu pagi sebentar lagi
biar kukapak lonceng besi
dan kukumandangkan ajal si mayit mantan
mengalir jatuh ke hilir bibir
kupakai peci serta selendang
pada minggu pagi sebentar lagi
biar kukapak lonceng besi
dan kukumandangkan ajal si mayit mantan
Medan, 2016
nb : LDR (Love Different Religion)
No comments:
Post a Comment