di atas bantal, pikirku berjalan-jalan
lalu menyelip pada celah jendela
melayang membayang-bayang
sampai berhenti di depan sekolah
tempat kita berkenalan.
kasurku berderit, kayunya lapuk
seperti bangku tempatku duduk
saat kau menatap sok sibuk
saban hari di laboratorium komputer
sebulan sebelum ujian semester
anganku berhenti di sana
tak bijak bila mengajakmu bicara
tapi, aku hanya mau tahu namamu saja
anganku berhenti di sana
tak beranjak dari kilau air di matamu
bekas wudhukah itu?
bila saja aku tahu perihal rindu
memandangmu; ku cukupkan sampai situ.
medan, desember 2015
lalu menyelip pada celah jendela
melayang membayang-bayang
sampai berhenti di depan sekolah
tempat kita berkenalan.
kasurku berderit, kayunya lapuk
seperti bangku tempatku duduk
saat kau menatap sok sibuk
saban hari di laboratorium komputer
sebulan sebelum ujian semester
anganku berhenti di sana
tak bijak bila mengajakmu bicara
tapi, aku hanya mau tahu namamu saja
anganku berhenti di sana
tak beranjak dari kilau air di matamu
bekas wudhukah itu?
bila saja aku tahu perihal rindu
memandangmu; ku cukupkan sampai situ.
medan, desember 2015
No comments:
Post a Comment