Saturday, January 30, 2016

Narasi Perpisahan

Barisan kata bertemu di persimpangan berbeda
Dua jiwa berseteru lalu berhimpun dekat rak buku
Bersusun pula jendela pintu tempatku berada
Terkadang senyum wajahmu mengintip dan berlalu

Sampai kutemukan serangkaian aroma khidmat,
pada cerita yang kau semat
Lain arah lain pula rasa
Hingga gelisah datang menyampaikan sapa

Pada lembaran nota yang kubaca,
di rimbun hutan nama kau bernaung,
Kau sisakan aku segenap tanya
dan kaki kecil yang mulai limbung

Ketiadaan kutangkap pada sela penyangga tua
di mana lagi jejak matamu bergelut senda
Tak jua berisik suara larik beradu
dari senyum kecil perlahan sendu

Kau sudah bangga menjadi ilusi di mata
serupa bahasa asing yang tak bisa kucerna
tampak megah tapi kemudian menyerpih

Desember 2015
Puisi Kolaborasi
anakhawa - alyssa

No comments:

Post a Comment