Dua jiwa berseteru lalu berhimpun dekat rak buku
Bersusun pula jendela pintu tempatku berada
Terkadang senyum wajahmu mengintip dan berlalu
Sampai kutemukan serangkaian aroma khidmat,
pada cerita yang kau semat
Lain arah lain pula rasa
Hingga gelisah datang menyampaikan sapa
Pada lembaran nota yang kubaca,
di rimbun hutan nama kau bernaung,
Kau sisakan aku segenap tanya
dan kaki kecil yang mulai limbung
Ketiadaan kutangkap pada sela penyangga tua
di mana lagi jejak matamu bergelut senda
Tak jua berisik suara larik beradu
dari senyum kecil perlahan sendu
Kau sudah bangga menjadi ilusi di mata
serupa bahasa asing yang tak bisa kucerna
tampak megah tapi kemudian menyerpih
Desember 2015
Puisi Kolaborasi
anakhawa - alyssa
No comments:
Post a Comment