Saturday, January 30, 2016

Les Fleurs du mal

belum pernah kulihat wanita 
memanggul kapak ke ladang padi
agar anaknya kekar ditampar zaman
katanya. dan di sekolah sana
anaknya busung menjadi kuli dogma,
dan norma-norma yang terpaksa ada.
tapi tak ada yang tahu siasat
saat sayap senyumnya sudah dewasa, 
kan melayang ia dari sarang muka
tinggal cantiknya yang mengalir 
menabuh-nabuh parasnya yang dingin
dan kini anaknya kian jelita, berselendang
rayu dan kedip genit terpercik saja
para saudagar kan menghamba di gubuk ular
dan pada pagi hari, di surat-surat kabar
terdengar cerita, keluarga raja berselendang malu
para ayah, telah kehilangan anu.
Medan, 2016

No comments:

Post a Comment