di sekujurmu penuh memar bekas perkelahian
dengan kesedihan dari jeritan panjangnya.
tak ada tanda kuat teguh di setiap inci
biru merah matamu matanya bersitatap
dua rongga yang tak meluruhkan apa-apa.
nelangsa malam ini menjelma seonggok
sampah di bawah lampion, dilewati oleh
tikus-tikus yang lupa entah termakrifati
cahaya kesementaraan. malam ini saja.
dengan kesedihan dari jeritan panjangnya.
tak ada tanda kuat teguh di setiap inci
biru merah matamu matanya bersitatap
dua rongga yang tak meluruhkan apa-apa.
nelangsa malam ini menjelma seonggok
sampah di bawah lampion, dilewati oleh
tikus-tikus yang lupa entah termakrifati
cahaya kesementaraan. malam ini saja.
berkata-katalah ngilu pada isak yang mereda
di tubuh jeda. detik adalah mukjizat yang
mendinginkan Ibrahim, menyelamatkan Ismail
tapi mukjizat yang dilepas dari keyakinanmu
adalah kata-kata malam ini memiliki makna.
sesederhana seandainya saja.
di tubuh jeda. detik adalah mukjizat yang
mendinginkan Ibrahim, menyelamatkan Ismail
tapi mukjizat yang dilepas dari keyakinanmu
adalah kata-kata malam ini memiliki makna.
sesederhana seandainya saja.
Medan, Desember 2016
No comments:
Post a Comment