Showing posts with label dream journal. Show all posts
Showing posts with label dream journal. Show all posts

Thursday, July 24, 2014

Jurnal Ketiga : Di Atas Awan, Menjadi Kabut

kau membaca puisi, aku membaca ketakutan
segala yang diimpikan mengajakku berdiri, tapi terlalu tinggi tanpa pijakan
bahkan sekadar mengucap doa, peminta luka
bisakah waktu ditukar? ditawar? dan dibawa pulang?

jangan memapah, tak perlu menyemangati
cukup berdiri beberapa meter dari punggung
jadilah seperti ibu, biarkan aku menangis sendiri
berjalan untuk hidup, dan sesekali menatap kebelakang
dan jangan terlalu jauh dariku.

tunggulah, dengan segala upaya
biar anak-anak peluh dan airmata
tak menjadi sia-sia.

bila tidak, berlarilah
sekuat tenaga, tak perlu berdengung
biar kau menjemput siang
dari pagi yang terlalu terang,

7/21/14

Wednesday, July 23, 2014

Jurnal Kedua : Orang-Orang Bodoh

aku tuliskan ini untukmu yang tadi malam datang mengendap.
selalu menyembunyikan suara, lalu saat pagi beranjak bangun, 
engkau susut diantara kabut pikiran yang terjaga oleh raga pesakitan.

supaya seorang anak yang telah melarikan diri dari keluarganya
berharap mampu pulang dengan dagu yang dongak
tapi tidak untuk saudara kembarnya.

saudara kembarnya, si pemurung yang rindunya tak kunjung urung
dan engkau si pemabuk peminum darah merah
keluargamu sempurna tapi memilih untuk bisu

si pemurung kini telah melarikan diri juga dari keluarganya
agar semakin sempurna katanya, dan memang tak kurang
dari apa-apa yang kurang menjadi semakin lengkap dan tegak


pada peramal dan dukun-dukun zaman
aku berdoa pada tuhan agar lewat tangan mereka
meminta saudara kembar, si bodoh dan dosa-dosa besarnya

karena kini kalianlah dua saudara yang tak lagi kembar
karena engkau tlah keluar menemukan warna anggur dari cawan perak
sementara saudaramu keluar dan semakin luntur dibilas hujan asam

7/19/14

Jurnal Pertama : Kompetisi

tak peduli seberapa kotornya gelimang lumpur
kau telan bak bubur gemerlapan. hanya untuk melawan
seseorang yang berpura-pura mampu bertahan.
bayanganmu berdiri sama tinggi, berbisik pula
sambil mengayun tiang. pada kepala seseorang, dibenturkan.

7/18/14

Saturday, June 21, 2014

Kenangan [5]

21 April 2000

Bapak libur hari ini. Tidak ngelaut.
Ibu bilang ada orang gila di sekitar pantai. Dia melubangi kapal-kapal.

Maghribnya aku lari, kahfi-ku tidak selesai, dan bapak menamparku.

Di anjungan ada laki-laki terisak sendirian. Dia memegang kertas bukan palu atau semacamnya.
Aku mengendap, kuambil batu setengah kepalan tangan. Kulempar. Lalu aku berteriak "ada orangg gilllllaaaa...." sambil ketakutan.

8 Juni 2007

Hasil raporku jelek. Bulan depan aku tinggal di kota.

18 Agustus 2013

Rasanya sudah lama gak ikutan upacara bendera.
Hari ini aku main ke kampung kawan. Iseng-iseng ikutan upacara sekolah.

Hehe, bener kan? Kakiku kesemutan.

15 Agustus 2014

Rupanya dia sekampung dengan kawanku.
Katanya sih cantik. Aku cuma dua kali lihat dia; punggungnya. Dua kali di perpus. Dengan tumpukan buku.
Seingatku ada tafsir Qur'an, alKitab, majalah fashion, komik.

Dia jurusan biologi. Namanya... 

18 Agustus 2014

Pagi ini aku terbangun di rumah sakit. Hah?!
Katanya sudah tiga hari aku gak sadarkan diri. Katanya keracunan makanan.

Pulang ke kosan, kotak indomieku lenyap.

12 Maret 2021

Sore ini, aku pergi ke dermaga lagi.
Bau ikan. Dua-tiga nelayan sedang mempersiapkan bau yang lebih segar besok.
Aku pulang sekitar lima belas menit kemudian.

19 Maret 2021

Aku datang lagi.
Hanya memutar. Tidak jadi.
Kulihat kau sudah berdiri di anjungan.

23 April 2021

Mungkin itu cinta pertamaku. Tapi aku hanya mengenali siluetnya dari kejauhan.

30 Mei 2030

Kami akan berziarah berdua saja besok. Kasihan dia belum pernah ketemu cucunya.

31 Mei 2030

Sedang tidak sehat.

Kemarin ada makam baru dekat kuburan bapak dan emak. Aku sedikit bercanda dengan jagoanku. Kubilang, "coba tebak ini adik ayah atau kakak ayah?" 
Haha, selera humorku memang selalu salah tempat. "...nanti nama ayah juga 'bin Supanji'"
Di pahatnya tertulis jelas namanya. Namany

16 Agustus 2030

Hello world!

Aku gak suka nulis sih. Ini bukunya tebel banget. Agak bau ikan.
Kata ayah gak perlu sering-sering nulis.
Lagian lebih asik main musik.


Notes by : Airlangga Kelana Respatih Putra

Tuesday, July 12, 2011

Kembali

I've been living with a shadow overhead
I've been sleeping with a cloud above my bed
I've been lonely for so long
Trapped in the past
I just can't seem to move on

I've been hiding all my hopes and dreams away
Just in case I ever need them again someday
I've been setting aside time
To clear a little space in the corners of my mind

All I want to do is find a way back into love
I can't make it through without a way back into love
Oh oh oh


Entah hari yang keberapa sudah aku berdiam. Terduduk sepi di sudut pikiran. Mencari-cari hatiku yang tiba-tiba menghilang. Entah aku yang mana lagi hendak kuselami kembali. Jenuh. Ku ketuk-ketuk jendela, bertafakkur melihat guling dan bantal yang juga sudah muak kupeluk tiap jamnya. Dan tiap mimpi yang kuselami justru menambah kesedihan yang tak kumengerti.

Beberapa hari lalu, secara tak sengaja aku bertemu orang-orang itu. Orang-orang yang tersenyum dengan tulus. Dan dengan tulusnya lagi, bertanya kabar tentangku, kemana saja selama ini. Emang aku darimana? Aku sendiri tak tahu jawabannya. Kembali, dengan tulusnya aku diterima duduk melingkar berbicara hal yang aku sendiri sudah tak mengerti di bawa kemana. Dengan pura-pura tulus, aku ikut bicara. Sekali lagi, ketulusan ini terus saja melukaiku. Entah untuk apa, entah kenapa.

Hari ini aku bermimpi tentang surga. Tentang dua aku, yang satu masuk surga dan yang satunya di coret darinya. Bukan, bukan tentang surganya. Ini tentang catatan malaikat yang kuintip dan ku pinjam.
Di aku yang pertama tertulis kira-kira begini:

Katak : Masuk
Di aku yang kedua begini:
Katak : Belum tentu

Pernyataan pertama yang timbul adalah, "Aku suka oranye?" dan kedua adalah pertanyaan "Kenapa aku bertanya saat bermimpi?".

Sejujurnya, aku belum ingin kembali. Tapi, semakin aku sendiri semakin menumpuk rasa bersalah yang tak beralasan ini.
Jadi...aku kembali.