Tuesday, August 13, 2013

Hujan [1]

berat melepas beban, tak begitu saat takdir disatukan
dua anak langit, kakinya pernah membumi; tidak lagi
sejak mereka dipertuan

langit dipertuan, jauh sebelum kembang ditemukan
matanya hendak menghujam, tapi ia lupa ukur ketinggian
duhai langit yang penuh kerinduan...

ia sakiti, puas pada panas yg ganas
belantara semu tengah pongah, sebelum angkuh diterjemah
duhai langit yang penuh keramaian...

tekan saja, sementara sesak di ulu hati dan mata
sudah seluruh pijarmu mengelam, tertutup gelapnya keculasan
duhai langit yang hendak runtuh....

No comments:

Post a Comment