Tuesday, July 29, 2014

Rhytm of Losing

What if he is everything you don't know, every kind of impossibilites, will you still love him?
I think i'm going stop, but hug him instead. 
But it won't change a bit.
Yes, it won't. Then i'll hug him harder.
You just hurt him.
Why don't you ask why?
So, why?
Because i don't know. I don't know other option, thus I hug him with every his that I know and every kind of possible way to love him.
Still, it won't change.
Could it be still matter? Do you think it was unwishful for empty shell?
Yes, it isn't the case.
I'll try every physical and meta physical way to understand him, to let he understand himself.
You just making a fake prince of your unwishful thinking.
I'm being egoistical, but yes, so he does. Until my heart keep beat at the same rate, and those unwishful thinking he's actual wishes.
You're scary.
So you do.

Sepetak Kamar Tempat Ia Bermimpi

An : Dia tidur melayang, perlahan-lahan turun bersama selimut embun. Bulan sabit terlalu jauh dari sepenggalan tangan, tapi fajar tepat dibawah kelopak mata. Di telinganya masih berbisik dongeng tentang manusia.

Apakah mereka jatuh cinta? Igauku. Tidak, mereka terluka. Jawab bulan sambil menunjuk kawah-kawah di sekujur badannya. Apakah mereka sembuh? Sambungku. Tidak untuk waktu yang singkat. Bulan berbalik, menarik awan-awan kearah wajahnya. Kalau begitu jangan bangunkan aku.

Hari semakin dingin, angin berkerumun sedih di lingkar tubuhnya yang mendekap. Bulan di barat semakin lara dibuatnya.

Rin : Ruhnya semakin dekat ke bumi. Kabut mengitarinya. Sebelum matahari berganti menjaganya, bintang-bintang berkerumun lekat di piyamanya. Mereka menyisipkan sepotong kue.

Tapi engkau bahagia. Bulan menyeka airmatanya. Ia masih tertidur. Ia mengukir senyum.

An : Sejak saat itu, kami tak pernah bertemu purnama.

Sunday, July 27, 2014

Kiamat

Engkau yang menarik lengan kami di pagi hari, kami kehilangan.
Burung gereja tak lagi hinggap di ranting kering, kami kehilangan
Langkah-langkah termuai tujuannya, kemana Tuan?
Rindu tak lagi candu, cinta tak lagi sendu, dimana Tuan?
Remang di ujung jalan dan matahari di barat
punggung tak bertopang pun kami sekarat
kami kehilangan, Tuhan.