aku tersulut dibawah mantramu
terbangun rinduku, mencari dawai penyejuknya yang hilang
masih rapuh, tergopoh-gopoh kearahmu
wangi pantai pagi, tempatmu bersembunyi
kelabat waktu bantu aku
mencibiri sekam yang kutaburi sendiri
bisakah terbakar samudera ini
sebelum tenggelam bersama nafsu yang malu-malu
jelas, aku ingin menjatuhkanmu
sebab kicau cemburuku jauh lebih ranum
di pematang, di tebing-tebing curam, di sekat sebelum senja, di pinggiran sungai,
bangau-bangau, yang bersebab duka dan sukaku berkejaran
bantu aku. tikamlah di ulu-ulu.
aku yang kau kenal, sudah seharusnya kau jegal