selalu menyembunyikan suara, lalu saat pagi beranjak bangun,
engkau susut diantara kabut pikiran yang terjaga oleh raga pesakitan.
supaya seorang anak yang telah melarikan diri dari keluarganya
berharap mampu pulang dengan dagu yang dongak
tapi tidak untuk saudara kembarnya.
saudara kembarnya, si pemurung yang rindunya tak kunjung urung
dan engkau si pemabuk peminum darah merah
keluargamu sempurna tapi memilih untuk bisu
si pemurung kini telah melarikan diri juga dari keluarganya
agar semakin sempurna katanya, dan memang tak kurang
dari apa-apa yang kurang menjadi semakin lengkap dan tegak
pada peramal dan dukun-dukun zaman
pada peramal dan dukun-dukun zaman
aku berdoa pada tuhan agar lewat tangan mereka
meminta saudara kembar, si bodoh dan dosa-dosa besarnya
karena kini kalianlah dua saudara yang tak lagi kembar
karena engkau tlah keluar menemukan warna anggur dari cawan perak
sementara saudaramu keluar dan semakin luntur dibilas hujan asam
7/19/14
7/19/14
No comments:
Post a Comment