Tuesday, August 13, 2013

Hujan [1]

berat melepas beban, tak begitu saat takdir disatukan
dua anak langit, kakinya pernah membumi; tidak lagi
sejak mereka dipertuan

langit dipertuan, jauh sebelum kembang ditemukan
matanya hendak menghujam, tapi ia lupa ukur ketinggian
duhai langit yang penuh kerinduan...

ia sakiti, puas pada panas yg ganas
belantara semu tengah pongah, sebelum angkuh diterjemah
duhai langit yang penuh keramaian...

tekan saja, sementara sesak di ulu hati dan mata
sudah seluruh pijarmu mengelam, tertutup gelapnya keculasan
duhai langit yang hendak runtuh....

Wednesday, July 31, 2013

bangunkan aku nanti dengan cangkir senja dan tuangkan lembayung jingga yang pekat. 
rencananya, malam yang pahit kan kutenggak lagi sampai pagi.
kemarin dapat kiriman dari desa bulan. 
setiap fajar selasa mereka punya kebiasaan mendoakan manusia-manusia bumi. 
seakan-akan, kita ini lah yang mati.
nihil kata tuk kukatakan
salah paham terbentang sepanjang jurang
dan diantara reruntuhan di tepinya
adalah bunga-bunga kenangan

dimana hujan
yang kabarnya penghapus gersang
apa kukira bahkan pelangi pun kan kau coba luruskan?

aku lempari awan dengan makian
berharap badai bergumpal berdatangan
aku mengharapkan hujan
tuk menghapus kehausan yang menyiksa

tadinya aku menunggu dengan malu
kini sudah jemu hingga bunga rinduku layu