Friday, July 27, 2012

Meredup

nun dikejauhan bulan pualam
pernah kutimbun beberapa dosa kelam
satu-satu ia berterbangan
menuju hati yang tak setimbang

perih ini sesaat menjadi tuhan
meniupkan nafas pada kenangan
aku berhenti dipersimpangan
aku lupa siapa cintaku gerangan

bawa aku berjalan pelan
aku sedang dirundung kesedihan
tuntunkan aku pulang
menuju rumah yang terang

bukakan pintumu sayang
aku didepan menanti istirahat panjang
bukakan segera oh sayang
kafankan aku dengan lampu temaram



Friday, July 20, 2012

Luluhan

kupangku pudar lalu lantak dunia
kau pacu langkah acuh sekali bicara
kain hitam selendangkan kita
kisah-kisah ini, jangan lagi pernah dibuka

senandungkan aku mantra peniada
sebab rupamu bukan nisan berduka
sejauh mana ratapan surga, duhai adinda
sebelum merah-merah di pagi buta

jelaga hati dikuliti ragu
jenuh berdamai, kau pintakan seteru
jerangkan benci dalam priuk pilu
jerit-jerit bambu, akhirnya pun berdesing mesiu

Monday, June 25, 2012

Nostalgia

Akan menyenangkan apabila suatu saat pertemuan itu seperti janji-janji di kebanyakan cerita. Dan saat itu, apa yang mesti kita lakukan? Cerita apa yang kau ingin dengar? Apa kau masih pendiam? Apa kau sudah bahagia?

Dadaku bergemuruh hebat hanya membayangkannya.
...dan Rin, berapa lamakah lagi pertemuan itu akan datang?
Karena firasatku mengatakan, pertemuan itu sudah kita lalui. 
...berkali-kali...di dalam mimpi.
An, Taman Waktu