Friday, July 27, 2012

Meredup

nun dikejauhan bulan pualam
pernah kutimbun beberapa dosa kelam
satu-satu ia berterbangan
menuju hati yang tak setimbang

perih ini sesaat menjadi tuhan
meniupkan nafas pada kenangan
aku berhenti dipersimpangan
aku lupa siapa cintaku gerangan

bawa aku berjalan pelan
aku sedang dirundung kesedihan
tuntunkan aku pulang
menuju rumah yang terang

bukakan pintumu sayang
aku didepan menanti istirahat panjang
bukakan segera oh sayang
kafankan aku dengan lampu temaram



No comments:

Post a Comment