nun dikejauhan bulan pualam
pernah kutimbun beberapa dosa kelam
satu-satu ia berterbangan
menuju hati yang tak setimbang
perih ini sesaat menjadi tuhan
meniupkan nafas pada kenangan
aku berhenti dipersimpangan
aku lupa siapa cintaku gerangan
bawa aku berjalan pelan
aku sedang dirundung kesedihan
tuntunkan aku pulang
menuju rumah yang terang
bukakan pintumu sayang
aku didepan menanti istirahat panjang
bukakan segera oh sayang
kafankan aku dengan lampu temaram
No comments:
Post a Comment