"Disini berbaring, seorang penjahat yang cinta perdamaian."
Penjahat seperti apa yang di nobatkan sebagai penjahat? Sementara ia mencintai perdamaian.
Penjahat itu melakukan kesalahan. Menentang hukum alam, karena sebagai penjahat ia berlaku damai. Sekali lagi, karena apa ia mencintai perdamaian? Karena ia penjahat, tentulah ia yang paling tahu rasa rindu tanpa kejahatan.
Rest in Peace...
Kau di kantung mataku, semakin berat untuk tak memimpikanmu. Tapi kau di kantung mataku, penyakit sebab rindu.
Sunday, July 10, 2011
Tuesday, June 28, 2011
Pelarian
apakah ada semburat merah di ufuk kejora,
masih pun mengaduk secangkir kopi sementara kau berbisik akan pergi
dan terlalu pagi disini buatku mati
aku bungkam, dengan kata-kata yang kutikam
tak sampai hati membiusmu kembali
masih banyak dosa yang belum lagi ku tobatkan
satu darimu membuat segalanya pendar tak berpola
kau mawar, birahiku yang tertahan...
pinjamkan aku satu nafas lagi, barangkali sisa-sisa tadi malam
biar kurekatkan, tinta dari ludahmu, kurajut untuk lukaku...
Friday, June 24, 2011
Kemarau
Di tamanmu, petiklah bunga yang kau suka. Capung dan kupu-kupu sudah tak lagi datang kesini. Sebentar lagi musim kemarau. Bagian mana yang kan kau biarkan mengering gersang tanpa kehidupan. Biarkan saja, mawar lain lagi akan tumbuh disana.
Di tamanmu, tak kan lagi kau temukan teratai yang malu-malu. Sebab kemaraumu kali ini, hanya menyisakan duri bagi yang memaksa. Dimana lagi kau simpan...benih-benih bunga matahari. Kemaraumu tak lagi bilang permisi, untuk menjadi tunggal penyulut siangmu.
Bawakan aku segenggam tanah tamanmu. Segenggam saat kau bakar seluruh lainnya.
Katakan salam, pada mataharimu.
Subscribe to:
Posts (Atom)