Hujan [3]
bacalah ini, bacalah sajak tentang hujan
yang mematikan percik api di hati puan
dan segelintir cemburu berarak di awan
lalu menjadi petir, menyambar ketakutan
pujilah ini, pujian air mata
yang menerobos benteng rasa
bila di hilir tenang bersemayam
kini diundangkan tabir tenggelam
panggullah diri, panggullah keselamatan
pasang di kanan kiri menggenggam tangan
jika raga jiwamu berderit retak
waktu pun sungkan lanjut bergerak
cepatlah kini, cepatlah engkau terang
bah sudah setinggi tugu selamat datang
tak ada tanda di empat penjuru palang
diliput pasrah, engkau tahu tlah ditelan jurang
No comments:
Post a Comment