dari jasad yang kita kubur dalam-dalam
kupapah berdiri untuk dirusak lagi
demi harapan di kalbumu yang telah pejam
bantu aku hidup,
dengan cacian atau uluran tangan
pelan-pelan atau deras seperti hujan
tapi tolong, jangan diam.
bila aku lebih suka kau mengancam
itu sebab aku lelah kesepian.
itu sebab aku lelah kesepian.
kini ada lembab menyelindap
berbisik untuk rehat; tidak - racauku kalap
dan ia menyelinap, di sekat mata, raga
mengerosi asa dan
hangat rasa yang tak lagi kau anggap bermakna.
No comments:
Post a Comment