Hari ini aku lebih panik. Demamnya begitu tinggi. Dia juga tak menghabiskan minumnya. Sehari ini aku tidak pulang. Ada yang lebih penting
Bagaimana cara agar dia berhenti menangis?
Dia sudah pandai bicara. Tak henti-hentinya berceloteh dengan siapa saja. Dengan cermin sekalipun. Dia memanggilku...
Aku mengingatnya.
Di meja makan, dengan baju barunya. Tapi dia tak mau pergi jika tak diantar. Terpaksa rencanaku batal.
Katamu, "sabar..."
Wajahnya sembab. Bertengkar untuk kesekian kali dengan temannya. Aku menepuk pundaknya. Dia semakin marah.
Aku bisa apa?
Ada surat rahasia di balik bantalnya. Pantas saja, dia sering melamun.
Ada hal-hal yang sekalipun kau usahakan, tetap harus kau telan sendirian.
Dia ingin keluar rumah. Aku menamparnya. Dia tetap keluar rumah. Aku gagal.
Aku mengalah.
Sbnrnya yg kpikiran sama aq sjak awal, knp namanya "Gerhana"?
ReplyDeleteTrus dr smua kalimat yg paling kcantol itu "ada hal-hal yang sekalipun kau usahakan, harus tetap kau telan sendirian."
Smcam gmn y.. satu sisi keliatan bercahaya/tagar, satu sisi yg tersembunyi kelam/agak rapuh jg.
Ad hal seperti semua sdh diucapkan, tp akhirnya ad hal yg g terucap jg.
*klo ngasal bodo amat :v