Impian [6]
bawa kaki yang bosan didekap, sekali ini hentakkan
genggam tangannya, berlomba lah untuk mabuk
siapa yang menelan kepahitan paling banyak; jadikan raja.
tak ada lampu kerlap-kerlip, hanya mata diambang lelahnya
dihadapkan pada wajah-wajah yang kau sukai
dan semua memeluk, menarik, menari diatas kesadaran rapuh
sudah kau kecap setiap getir, lalu hantarkan pada setiap bibir
confetti dari potongan boneka-boneka buangan, pecahan kelereng,
lilitan renda-renda baju anak perempuan; berjatuhan dari langit
kita mandikan, menyucikan diri lewat goresan-goresan kesedihan
telan sebagian, tubuh kan semerbak kerajaan tuhan
belum lagi pagi, mual mengendap dari pundak
diantara serakan puluhan mata, potongan jari, dan album abu-abu
dua orang dementia lelah berpesta, terkapar ditengah
wajah mereka sama.
*shock*
ReplyDeleteBtw, aq lg males aktipin twitter. :/
Tapi ngomong2, aq blum baca twit2 trakhirmu, kmrn mw liat g bs kbuka lg. Cak kw aktipin sebentar. :v
ReplyDelete*ditimpuk*
ngapa shock? gadak ngetwit disitu.
ReplyDelete