luapan emosi mental yang silih berganti
menyusuri tumpahan kesunyian malam,
seharusnya aku bermegah-megahan di dalam dadamu
dengan setumpuk sesak tak tuntas
sebagai jerit dan isak yang mengendap karat
dan memang aku tumbuh pekat
lumut di liang benak, lendir di rongga hati
kapal benci dan naluri ingin mati
kami ingin pecah ruah.
sebut namanya...
kami sedang santai dan bosan.
No comments:
Post a Comment