Friday, October 11, 2013

Nyala Hujan, Ketika Pagi...

Hujan [2]

tuhan lah yang paling pagi membuka mata
menunggu jiwa yang paling miskin sekalipun
sekadar membuka jendela

kabut menunggu
bukan wewangian bunga ditaman
di tengah perjalanan, yang entah kapan aku akan melangkah berjalan
dan melangkah lah lagi, seperti dulu-dulu
seperti detik jam, tujuanku yang hanya itu-itu

oleh dingin pagi ini, sebab mata terjaga
dadaku menggigil, ada yang memanggil
itukah tuhan, atau engkau disisian tuhan, dengan penuh kerinduan
       hujan berjatuhan

Stabat, 11 Oktober


No comments:

Post a Comment