Wednesday, September 25, 2013

Kematian [5]

pada kakimu yang melangkah berat
terikat kuat segenap beban
yang sudah terlalu jauh untuk kau lepaskan
    pada dadamu yang bernafas berat
    ada resah terselimut rapat
    oleh kabut-kabut tebal yang sudah kau lewatkan

kunci rumahku berdenting pelan
bersama isak yang sesekali kau tahan
begitu pula sisa-sisa airmata, sudah kering disapu dingin
hanya hujan saja belum turun
melengkapi sedihmu yang kian rimbun

lewat kail bintang di kejauhan
embun turun mengisi rongga
   pada tubuh yang jatuh dipelataran jalan
dan tatapmu semakin hampa
   menerobos gulita malam, malam pesakitan

ruhmu masih enggan berjabat tangan
sedang malaikat maut tlah berjongkok didepanmu
menatapmu, penyesalanku...

       ~Impian [2]
         Jika kau dapat membongkar dadanya
         Tentulah kau lihat geladak kapal hidupnya, telah porak-poranda
         Oleh badai pedih yang buncah, mematah-duakan hati yang samasekali tak berpenyangga

         Sekali kau biarkan tenggelam
         Buritan yang jatuh ke lembah hitam, tak kau selamatkan
         Berapa lama disana ia lapar, tak menemukan cahaya untuk pulang
                Kau biarkan ia tenggelam

         Setelah itu kau biarkan yang lain terapung hilang
         Terombang-ombing sendirian, tanpa kawan, tanpa tujuan
         Sampai terurai, tak bisa berlabuh barang sepatah kayu
                Kau biarkan ia menghilang

        Maka, penuhilah panggilanku
        Sujudkan keningmu pada lautan langit
        Tempat hening dan dukaku disemayamkan

~Impian [3]
Jika kau dapat menguburkan takdir
Semaikanlah bibit melati dibibir jendela
Hingga bila hujan, bayangku akan duduk disampingnya
Bersenandung dalam diam, meminta maaf panjang kepada Tuhan
Untuk doa-doa tentang kita, yang tak pernah bisa kurapalkan

Jika kau ingin menguburkan takdir
Semaikan bibir putri malu dipagar pekarangan
    Tempat kau duduk menikmati petang
Hingga bila langit cerah, bayangnya kan menengadah lemah
Bersama tanah yang sabar, mereka akan berbaris saling menguatkan
Melindungimu, walau tak bisa selamanya, kuhidup dalam ingatan

Jika kau ingin menguburkan takdir
Kuburkan saja.



No comments:

Post a Comment