Tuesday, October 29, 2013

Matahari [3]

di matamu, kota tuamu hidup dengan santai
merajut pelangi berlekuk-lekuk, diatas dan bawah kelopak mata
sepertinya aku juga ingin mencari rumah
lalu berlari-lari di pagi hari
mencari-cari papan pengumuman
"dicari: pengemban kebahagiaan"
lalu berkali-kali ditolak, dengan senyum kelegaan

bila berlalu lalang aku di dalam sana
kutemukan ditengah taman yang penuh dengan tawa ramah keluarga
sekelompok perajut manula
keriput mereka berjumlah sama, tapi kebahagiaan mereka seperti rima
seperti tangga nada, berbeda, berwarna, dan simpul-simpulnya penuh makna
pantas saja, dikenyataan kau sedang tersenyum manja

dan aku masih berkejaran, dengan bus yang sudah beranjak beberapa detik saja
aku tebak, kau sedang berdegup. segalanya terlontar
anak-anak penerbang layang menarik jemari-jemariku
kami berlari mengejar entah apa; mengapa?
ternyata ada matahari tersangkut, terjepit diantara dua awan jahil.

duniamu berputar, pada degup tawa. dadamu yang dipenuhi canda

begitu banyak cerita, begitu banyak...
bila menatapmu saja menghadirkan sejuta rasa
alangkah wajar, debaran dihitung pun tak hingga

No comments:

Post a Comment