Kau di kantung mataku, semakin berat untuk tak memimpikanmu. Tapi kau di kantung mataku, penyakit sebab rindu.
Tuesday, October 29, 2013
Lilin
Matahari [1]
di tanganku, segalanya seperti lilin
dan bila kuperhatikan sekeliling, ada bias kesepian
jatuh ketitik-titik buta, tepat dibelakang mata
aku enggan untuk sadar, sekadar memandang remah tak bertuan
kepingan sisa saksi sejarah ia dihancurkan, keramaian
maka ini kutulisankan
bagaimana engkau pelan-pelan menghilang
menerobos genggam dan perhatian, mungkin juga ingin pulang
maka, kau dihantarkan
oleh panas ketakutan, walau ia menguap sekejap
menjemput kasih yang rapuh, terebut kejam; malam
seperti itu
kau dipikirku
lalu ini tentang aku
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment