tak ada yang terlalu senja
untuk duduk-duduk dihamparan rumput
dibelaian angin sore yang lembut
disentuh oleh cahaya
yang bersikut-sikutan bersandar di kulitmu
dan sepertinya tidak pernah berniat pergi menjauh
ini matahari dari taman waktu
berpindah dari dimensi yang poranda
ternyata satu bahagiannya kembali padamu
lalu matahari ini duduk berpasangan
bersama kedua matamu yang tak henti memancarkan sinar
dan aku adalah siang.
tak pernah puas dengan terang. dan aku buncah
seperti buih-buih gelembung pecah
ditiup ria oleh anak-anak hikmah

No comments:
Post a Comment