Monday, September 23, 2013

Impian [1]

dari lidah pena, kita akan belajar titik dan koma
dari lidah peristiwa, kita akan petik suka dan luka
dari keduanya, aku menuliskan puisi dan cerita
lalu terserah padamu, menjadikannya makna atau sia-sia

bila takdir enggan merodakannya
pada siapakah kuadukan duka yang tak berujung
bila engkau dan tuhan telah duduk malas di meja surga
lalu terserah pada siapakah, hidup akan dijunjung

kelelahan ini meminta alasan
perjuangan panjang, yang aku pun tahu takkan menang
berikut pedihnya berdiri tanpa kekuatan
di mimpi atau kenyataan, aku hanya ingin pulang

No comments:

Post a Comment