Sebuah film lembut dan romantis (??) tentang seorang penulis cerita fiksi sains/SciFi, Sakutaro Makimura dan istrinya, Setsuko Makimura. Saya terkesan dengan tujuh menit pertama film ini, dan kalau diingat-ingat sepertinya saya akan bergumam, "whaa, this is romantic...!", and yup its quite romantic. Saya gak tahu bagaimana orang-orang membayangkan apa itu SciFi, mungkin kita yang terbiasa menonton film era sekarang atau penggemar manga-anime langsung berpikir tentang sesuatu yang seru..."hmm, action? thriller?" dan sejenisnya. Tapi sayang sekali, disini tidak ada hal-hal yang seperti itu, walaupun thrillnya lebih unik. You'll know when you watch it.
Saya tadi bilang tujuh menit pertama menarik? Ya. Di tujuh menit pertama, kamu akan melihat bagaimana sebuah manusia dengan ide yang di-hidup-kan. Sakutaro, pria yang musenya adalah robot-robot petak, alien dan kehidupan dimensi asing. Kemudian dia berjalan menuju bank untuk mengambil uang. Lucunya, waktunya mengambil uang itu, dia bergumam tentang suatu alien dari planet asing. Disampingnya, customer memandang heran. Bayangkan saja kalau tiba-tiba ada orang yang mengigau disebalahmu dengan mata terbuka. Kurang lebih seperti itu. Tapi yang mengagetkan saya adalah, wanita yang jadi teller bank itu menanggapi, seolah-olah itu adalah hal yang lumrah. Jadilah itu customer sebelah makin bingung. xD. Belakangan, ternyata wanita tadi adalah Setsuko, istri Sakutaro sendiri. (pantesannn...!!)
Masih di tujuh menit pertama ( :D ), scene berganti dengan Saku yang pulang membawa ide yang diberikan oleh Setsuko. Sepanjang jalan ia mengucapkan, "Matians adalah serangga". Saya tersenyum geli. Saya tahu persis bagaimana rasanya takut kehilangan ide saat tidak membawa kertas. Dan kemudian Saku menghabiskan waktunya sampai malam untuk menulis cerita barunya. Dan begitu selesai, ia berteriak kepada istrinya. Setsuko yang rupanya tidak lain pembaca setia tulisan Sakutarou. Sebelumnya terlihat Setsuko yang menunggu Saku untuk makan malam, namun ketika ia sudah memegang tulisan Saku, mereka sampai bertengkar kecil.
Saku : "Makan dulu."
Setsuko : "Tidak. Mau baca dulu."
Nah, kemudian 7 menit pertama ditutup oleh oleh scene yang sama, oleh Sakutarou dan Setsuko yang bertengkar kecil tentang isi ceritanya. Tapi tentu saja cerita utamanya bukan itu. Topik yang diangkat film ini adalah bagaimana Setsuko yang didiagnosa mengidap kanker dan bagaimana setiap hari Sakutarou berusaha untuk menghibur Setsuko. Ya, kalau tidak salah Setsuko hanya sanggup hidup sekitar 2 tahun (maap, udah lupa! xP). Bagaimana saya harus menyebutkan film ini, happy but bitter. Or sad yet soothing. Tapi ending film ini memuaskan.
Di film ini seolah-olah Sakutarou lah yang terus memberikan kehidupan kepada Setsuko. Bagaimana ia berusaha menulis cerita-cerita yang menarik agar Setsuko tetap tertawa setiap hari, disamping ia juga harus menabung dengan cara menulis cerita yang - samasekali bukan kehidupannya. Maksudnya, bahwa Sakutarou ini adalah penulis SciFi dan sulit untuk menulis selain itu (aduh, bingung ngejelasinnya). Tetapi dimata saya, film ini justru keduanya saling memberikan kehidupan. Bagaimana Setsuko menjadi inspirasi bagi Sakutarou, dan Sakutarou yang menulis hanya untuk Setsuko. And that's how romantic it can be!
Banyak kejutan di film ini dan pendalaman pergolakan karakternya juga salah satu yang buat film ini layak tonton. Yah, kalau menonton tidak sekadar mencari cerita tapi juga mengapresiasi akting tokoh film ini, Yuko Takeuchi merupakan aktor senior yang bener-bener keren.
So far, film ini recommended sih. Tapi karena faktor SciFinya itu, barangkali gak semua orang bisa menikmati. Ada nih videonya di youtube http://youtu.be/Ra5vl9m1_4M
Tapi mending download deh daripada sakit mata. :D
Lebih mending lagi kalau bisa beli DVD orinya. (eaa..sok banget!)
Kurang lebih mohon maaf kalo reviewnya basi. -,-

No comments:
Post a Comment