Kau di kantung mataku, semakin berat untuk tak memimpikanmu. Tapi kau di kantung mataku, penyakit sebab rindu.
Wednesday, December 9, 2009
Teman, kita terika
entah kapan rantai ini mengikat
senyum insan nan lugu
yaah, mungkin terkadang kelat
tapi senja tak kita tak terburu
dengan bijaksana kau cerita
cita-citamu yg membumbung angkasa
yaah, kita harus yakinkan
tujuan-tujuan yg tak perlu disembunyikan
'teman', begitu kau melafalkannya,
'tak perlu kau sudahi dgan airmata' kemudian,
dalam bimbang aku berasa
sedih kecewa lantas kutelan
lalu kapan kau goyah
sandarkan padaku beban raga
kupacu, 'kawan. jangan menyerah'
dan dibibirmu kulihat tawa
sampai dimana kau jemu
ikatan ini kan ku iring
bersama teman kan tuju
sampai bibir biru mengering
Friday, September 18, 2009
untuk Ibu
bu...
setetes airmatamu kan menenggelamkan ku di samudra dosa...
bagaimana bisa kucium tanganmu seperti biasa saat idul fitri tiba...
dapat kubaui telaga biru di sajadah ini...
tempat dulu kau mengadu pada Allah yang Satu...
bu...
terpekurku kenangan di nisan batu...
berolah tragedi dan misteri semasa dulu...
dan tiap helai rambut yang kau sapu...
membisikkan risalah tanpa arrayu...
kini aliran cintu itu, kian berdentum mengejar rindu...
bu...
ajarkan aku tuk mengerti...
ilmu hati dan kasih sejati...
dalam selimut mimpi tanpa tepi...
agar tak ada lagi jiwa yang tersakiti...
Thursday, September 10, 2009
Kitab Cemburu

Aku tidur dengan hangatnya rindu
Berselimutkan panasnya cemburu
Setelah berkelahi mengalahkan waktu
Terkulai kini wajah semakin membiru
Dalam perih hatiku membeku
Setelah jatuh terluka karnamu
Aku pucat pasi hingga malu
Tak ada pilihan selain diam membisu
Aku dihujani tanya beribu
Namun tak satupun jawab kutahu
Dalam benak ini sungguh berliku
Sungguh kusangka permainan ragu
Kini kusadari dia tlah berlalu
Bersama kasihnya saling merayu
Dan kutulis sebuah lagu
Cerita tentang mimpi mimpi syahdu
Pada Tuhan aku mendayu
Krna cintaku tak pernah bersatu
PadaMu aku kembali mengadu
Di dalam basah sujudnya kalbu
Subscribe to:
Posts (Atom)