pijar liar menggeliat di telapak kakimu, selimut angin pun berderai bergantungan di bawah selendang, dan rambut ikal indah itu berombak panas. ujar kagumku berserakan, tapi puja-puji gerakmu lebih pantas menyembahi alam.
kau lagi menyanyikan salam, dengan tengadah memejam sunyi. tiba-tiba pedis rindu menyibak rerumputan, bersama dersik yang dibawa lautan. tapi hanya dengan harum peluh tari syukurmu nona, kelimpungan aku menghidunya. aduhai.
medan
november 2015
------------------------------------------------------------------
puisi bisa didengarkan;
https://soundcloud.com/kelaspuisi/tarian-sunyi-yourpatheticjoke
------------------------------------------------------------------
puisi bisa didengarkan;
https://soundcloud.com/kelaspuisi/tarian-sunyi-yourpatheticjoke