Thursday, January 7, 2010

Kawan ? (II)


nanti kita kan bertemu
aku di makammu
atau kau dimakamku

sedihmu tak perlu
cukup kita rayakan dgan mesiu
bakar habis masa lalu
dan kita iblis yang berseteru

panggil semua dendam
dari rasa sakit yang kau pendam
tanpa belenggu peredam
mari kita saling menikam

darahmu darahku,
saudaraku yang kubenci
cinta kita tlah lama membeku
dan selamanya terbakar api

Kawan ?


kawan...
biarkan aku datang
membasuh sisa-sisa airmatamu
lalu kutegarkan hatimu

kawan...
kau suka bermuram
biar luka meledak berhambur

kawan...
aku hanya pengelana
terkadang egoisku bergolak
dan kau pun jadi saksi khianatku

kawan...
kau semakin tersungkur
dan akhirnya kau memilih takabur

kawan...
hanya begitu persahabatan kita
lalu semua aibmu kubuka
cacianmu semua kuterima
akhirnya tali itu musnah tak bersisa

kawan...
terkadang nikmat membutakan mata
akan waktu yg terus berdetik mundur
kini kita hanya insan yg futur

kawan...
entah kapan dan dimana
bersama sesal tak guna
kata maaf pun tak bisa

waktu tak bisa kembali
dan dalam diam aku binasa
mungkin kau juga disana

Wednesday, December 9, 2009

Teman, kita terika


entah kapan rantai ini mengikat
senyum insan nan lugu
yaah, mungkin terkadang kelat
tapi senja tak kita tak terburu

dengan bijaksana kau cerita
cita-citamu yg membumbung angkasa
yaah, kita harus yakinkan
tujuan-tujuan yg tak perlu disembunyikan

'teman', begitu kau melafalkannya,
'tak perlu kau sudahi dgan airmata' kemudian,
dalam bimbang aku berasa
sedih kecewa lantas kutelan

lalu kapan kau goyah
sandarkan padaku beban raga
kupacu, 'kawan. jangan menyerah'
dan dibibirmu kulihat tawa

sampai dimana kau jemu
ikatan ini kan ku iring
bersama teman kan tuju
sampai bibir biru mengering